Kecil,
lemah dan tak berdosa dalam tekanan yang tak seharusnya dihadapi hanya
karena keegoisan dan aroganisme semata. Yang seharusnya mendapat kasih
sayang dan pelukan hangat namun hanya mendapat kata-demi kata sinis yang
melukai hati. Bagaiman bisa menghadapi hari-harinya dengan penuh suka
cita dan kehangatan derta kedamaian yang seharusnya tercipta untuk
membuatnya bertumbuh menjadi sosok yang brani dan kuat. Tidak kah ada
rasa kasih yang begitu damai untuk memeluk dan membimbingnya dalam dekap
ketulusan dan cinta kasih dari hati dan senyuman manis, bukan tekanan
dan segala kata-kata yang akan melukai dan terus membekas hingga dewasa
nanti menjemputnya...
Hanya airmata yang mampu mengekspresikan betapa takut dan sakit hatinya tanpa ada kata yang terucap dari bibir mungilnya....
Hingga pada saatnya dewasa kan datang maka trauma, kecewa, terluka, dan rasa takut kan membayangi ketika sepi datang dalam dirinya..
Hingga pada saatnya mungkin waktu tak lagi bersamanya dan nafas tak lagi menaunginya mungkin akan bisa menyadarkan betapa berharganya dan berartinya kehadirannya dalam dunia ini..
Hanya airmata yang mampu mengekspresikan betapa takut dan sakit hatinya tanpa ada kata yang terucap dari bibir mungilnya....
Hingga pada saatnya dewasa kan datang maka trauma, kecewa, terluka, dan rasa takut kan membayangi ketika sepi datang dalam dirinya..
Hingga pada saatnya mungkin waktu tak lagi bersamanya dan nafas tak lagi menaunginya mungkin akan bisa menyadarkan betapa berharganya dan berartinya kehadirannya dalam dunia ini..

Tidak ada komentar:
Posting Komentar