Sirius
Sirius (α CMa / α Canis Majoris / Alpha Canis Majoris) adalah
bintang paling terang di langit malam, dengan
magnitudo tampak
−1.47. Bintang ini terletak di
rasi Canis Major dan merupakan sistem
bintang ganda dengan komponen primer bintang deret utama kelas A dan komponen sekunder sebuah katai putih.
Sirius dapat dilihat hampir di semua tempat di permukaan Bumi kecuali oleh orang-orang yang tinggal pada lintang di atas
73,284° utara. Saat terbaik untuk dapat melihat bintang ini adalah sekitar tanggal
1 Januari, dimana dia mencapai meridian pada tengah malam.
Pada kondisi yang sesuai, Sirius dapat dilihat dengan mata telanjang
saat Matahari masih berada di atas horison. Ketika berada di atas
kepala, bintang ini dapat dilihat pada kondisi cuaca sangat bersih,
asalkan pengamat berada di tempat yang tinggi, dan posisi Matahari cukup
rendah.
Secara
etimologi Nama bintang ini berasal dari bahasa
Yunani Σείριος (
Seirios, yang berarti "menyala-nyala" atau "amat panas"). Sebagai bintang paling terang di
rasi "Anjing Besar", seringkali disebut juga sebagai "Bintang Anjing". Nama Latin untuk bintang ini adalah
Canicula ("anjing kecil") dan dalam
bahasa Arab: الشعرى, aš-ši‘rā dalam astronomi Islam, dimana nama alternatif Al Shira diturunkan.
Dalam Bahasa
Sansekerta, bintang ini dikenal sebagai
Mrgavyadha ("pemburu rusa") atau
Lubdhaka ("pemburu"). Sebagai Mrgavyadha, Sirius melambangkan
Siwa. Dalam Bahasa Tionghoa bintang ini dikenal sebagai bintang
serigala langit (Bahasa
Tionghoa dan Jepang: ; Bahasa Korea: ; Romanisasi Tionghoa: Tiānláng;
Romanisasi Jepang: Tenrō; Romanisasi Korea: Cheonlang) dalam Rumah Jǐng
(rasi Tionghoa yang merupakan bagian dari rasi Gemini modern),
sementara nama dalam bahasa pasar Jepang untuk bintang ini adalah
(Aoboshi, "bintang biru").
Sirius adalah salah satu sistem bintang terdekat dengan Bumi pada jarak
2,6 parsec atau 8,6 tahun cahaya. Tetangga terdekatnya adalah sistem
bintang Procyon, pada jarak
1,61 parsec atau 5,24 tahun cahaya.
Sirius A adalah sebuah bintang deret utama dengan kelas spektrum A0 atau A1 dan memiliki massa sekitar
2,1 Matahari.
Pasangannya, Sirius B, adalah bintang yang sudah berevolusi dari deret
utama menjadi katai putih. Kedua bintang ini mengorbit satu sama lain
pada jarak sekitar
20 AU (hampir sama dengan jarak Matahari dan Uranus) dengan periode orbit mendekati
50 tahun.
Orbit tersebut dapat membuat Sirius B kadang berada di depan Sirius A
sehingga luminositas total keduanya menurun sebentar. Karena alasan
ini, sistem Sirius diperhitungkan sebagai bintang ganda gerhana.
Katai putih tipikal memiliki massa
0.5–0.6 massa matahari.
Dengan massa hampir sama dengan Matahari, Sirus B adalah salah satu
katai putih termasif yang diketahui. Massa tersebut terkandung hanya
dalam volume yang sebanding dengan Bumi. Katai putih hanya terbentuk
setelah bintang melewati tahap deret utama dan raksasa merah. Dua tahap
tersebut telah dilalui Sirius B kurang dari setengah usianya sekarang,
sekitar 120 juta tahun yang lalu. Bintang awalnya diperkirakan memiliki
massa 5 massa matahari dengan kelas spektrum B7V ketika berada di
deret utama.
Ketika berada pada tahap raksasa merah, Sirius B boleh jadi memperkaya
metalisitas Sirius A. Inilah yang menjadi sebab kelimpahan logam Sirius
A lebih tinggi dari harga normal (metalisitas dikatakan normal jika
sama dengan harga yang dimiliki Matahari). Sirius A diperkirakan akan
kehabisan bahan bakar hidrogen di intinya dalam satu miliar tahun lagi.
Setelah itu ia akan menempuh tahap raksasa merah sebelum akhirnya akan
menjadi katai putih juga. Kemungkinan adanya komponen ketiga
Sejak 1894,
sedikit ketidakteraturan dalam gerak orbit Sirius B teramati, yang
menyarankan kemungkinan adanya komponen ketiga, tetapi hal ini tidak
pernah benar-benar dikonfirmasi.