Sabtu, 31 Mei 2014

Tentang Pendar


Ketika ku memandang mata itu..
Ku kira pendar bintang yang terlihat ..
Namun aku salah..

Pendar itu hadir dari benda langit..
Ya benda langit yang sering kali ku abaikan..
Saat ini pendar itu berhasil menyita mata ini..
Menyita untuk terus memandangnya..

Aneh memang..
Karena tidak biasanya memandang pendar ini..
Tapi menarik dan ajaib..
Mampu membuatku sejenak teralih dari pendar biasanya..

Bingung.. Ya bahkan sangat bingung dengan pendar ini..
Pendar yang sangat asing dan baru...
Terasa berbeda dari pendar biasanya namun indah..
Ya, sangat indah..
Entahlah..
Mungkin ini hanya perasaanku saja..
Ku terlalu takut untuk menerka pendar apa yang sebenarnya ku lihat ini...

Terlalu lama termakan waktu yang telah tua...
Membuat kebingungan dan berbagai pertanyaan hadir..
Pendar yang lalu telah terganti dengan pendar yang baru..
Entahlah..
Saat ini hanya bingung dan takut yang terasa...
Biar pendar ini menghiasi pekatnya malam..
Dan waktu yang akan menjawab semua...
Biar saja terdiam dan tak ada yang mengetahuinya....

Jumat, 23 Mei 2014

Angan Seorang Penari




Dia tersenyum dalam sukacita dan rasa tersendiri....
Menggerakkan setiap gerakan dengan perlahan, anggun, penuh rasa dan lembut.....
Mencoba selalu merasakan setiap gerakan dalam alunan lagu.....
Melangkah perlahan....
Memutar...
Memejamkan mata....
Menarik nafas perlahan....
Karya sederhana yang membuat hati terasa tenang ketika melakukannya...
Namun Dia selalu memiliki rencana Indah .....
Ada masa dimana Sang Penari hanya bisa termangu dan memejamkan mata.....
Mencoba merasakan.. Bukan lagi merasakan suatu tarian manis, namun sebuah rasa yang ada dalam diri Sang Penari....
Bukan rasa lelah dan sakit...
Hanya rasa kecewa dan sedih....
Kecewa dan sedih ketika menyadari sudah saatnya untuk istirahat dari semua itu...
Ya istirahat.....
Mengistirahatkan jasmani yang tak lagi semampu dulu...
Kini jasmani ini lebih ringkih dari sebelum-sebelumnya... Bahkan sangat ringkih...
Terasa kosong dan sepi...
Ya, merasakan kehilangan yang amat sangat.....
Tangan ini, kaki ini, dan badan ini telah lama bergerak dengan begitu berat... Menopang setiap gerakan lembut yang menerawang.......
Terkadang ketika menyadari semua itu harus dilakukan dan bukan hanya menjadi susuan kata saja terasa sesak...
Sang Penari kehilangan rasa dalam setiap gerak....
Bagi Sang Penari setiap gerakan dan alunan lagu adalah kesatuan antara 2 hati.... 1 kehidupan... 1 rasa .... Dan 1 Kehidupan....



Bukan Rasa... Hanya Imaji....


Bibir ini terdiam, meski ribuan kata-kata telah berada diujung.....
Mata ini terpejam, mencoba mengingat memori-memori kecil yang mungkin masih boleh ku putar kembali.......
Mencoba melangkah dalam kesesakan terbalut kabut kelabu.....
Bernafas diantara hempasan debu ....
Menerawang dalam kegelapan...
Melayang... Ya hanya sedikit membayangkan... 
Gelap dan pekatnya malam menelan bintang dan bulan...
Suara malam yang terdengar selalu setia menemani...
Terduduk diatas tembok dingin teras depan rumah singgah...
Ada keraguan yang hadir membalut rasa sedih dan sesak dalam satu ikatan...
Memejamkan mata sejenak menghirup udara dengan begitu dalam .....
Dingin dan kosong....
Sukma membeku diantara titik tak berpendar dalam kesemuan...
Keabadian melayang, menjauh dan perlahan tak lagi terlihat...
Gelap dan lembap...

Kamis, 22 Mei 2014

Song For Mama - Boyz II Men

You taught me everything
And everything you've given me
I always keep it inside
You're the driving force in my life, yeah

There isn't anything
Or anyone that I can be
And it just wouldn't feel right
If I didn't have you by my side

You were there for me to love and care for me
When skies were grey
Whenever I was down
You were always there to comfort me
And no one else can be what you have been to me
You will always be
You will always be the girl in my life
For all times

[Chorus:]
Mama, mama, you know I love you
Oh you know I love you
Mama, mama, you're the queen of my heart
Your love is like tears from the stars
Mama, I just want you to know
Lovin' you is like food to my soul

You're always down for me
Have always been around for me
Even when I was bad
You showed me right from my wrong
Yes you did

And you took up for me
When everyone was downin' me
You always did understand
You gave me strength to go on

There were so many times
Looking back when I was so afraid
And then you come to me
And say to me I can face anything
And no one else can do what you have done for me
You'll always be
You will always be the girl in my life, ooh oh

[Chorus:]
Mama, mama, you know I love you
Mama, mama, you're the queen of my heart
Your love is like tears from the stars
Mama, I just want you to know
Lovin' you is like food to my soul

Never gonna go a day without you
Fills me up just thinking about you
I'll never go a day without my mama

[Chorus:]
Mama, mama, you know I love you
Mama, mama, you're the queen of my heart
Your love is like tears from the stars
Mama, I just want you to know
Lovin' you is like food to my soul


Edisi Homesick Akut :(

Rabu, 21 Mei 2014

Angin





Seperti angin bertiup, berhembus pelan menggoyangkan daun-daun kering di atas ranting-ranting rapuh. Ingin menjadi batu karang yang kuat meski terkena debur ombak, tapi apa daya kini telah menjadi angin yang terkadang begitu menenangkan dan terkadang menjadi pembawa bencana untuk kehidupan yang lainnya dikala hati ini tidak baik dan menjadi tiupan angin kencang yang tak terkonrol. Sungguh tak bisa diduga dan tidak tahu harus bagaimana, dan mulai lelah. Tak ingin banyak mengeluh, tak ingin terus mengatakan lelah dan tak sanggup lagi. Namun batin ini terasa begitu sangat lelah dan tak lagi sanggup untuk bertahan. Ingin menangis tapi tak ada yang menetes. Mungkin sudah kering atau mungkin air mata pun enggan dan lelah untuk muncul.
Ingin ku berlari juah, jauh dan sangat jauh sekali hingga tak ada satupun yang tahu dimana ku berdiri dengan begitu rapuh dan mencoba untuk terus bernafas di atas kelelahanku yang seakan tak lagi sanggup untuk menghirup meski hanya sejenak untuk menarik nafas. Sesak yang begitu terasa namun ingin terus berusaha dan terus berusaha untuk menghirup meski tersenggal-senggal dan telah terasa teramat sakit.
Berlari dan terus hingga kaki ini tak lagi memakai alas, dan telah terluka telapak kaki ini terkena kerikil-kerikil kecil yang menggoreskan hingga meneteskan luka. Sakit dan teramat sakit, namun terus berlari dan terus berlari dengan begitu kuat meski terasa mati rasa. Namun semangat ini tak ada habisnya, meski berkali-kali merasakan sakit dan lelah.
Kepala ini terus memutar berbagai kejadian yang terpotong-potong bagaikan kaset film yang telah lama tak diputar dan mulai rusak. Namun terus dan terus memperlihatkan potongan bayangan-bayangan yang telah terjadi jauh di masa lalu dan masa sekarang. Baerbagai bayangan yang termanis, terpahit, teramat pahit, manis, kecewa dan mungkin sedikit manis dan pahit yang telah menjadi satu adonan kehidupan. Bukan hal luar biasa bagiku, namun bagian hal yang teramat luar biasa dan begitu ajaib. Ya, ajaib untuk segala hal yang terjadi, hanya kata ajaib yang saat ini selalu terlintas dalam benak ini.  

Selasa, 20 Mei 2014

Aku dan Tulisanku


Aku ini seseorang...
Seseorang yang tak tahu ingin menulis apa....
Bingung...
Ku coba untuk mulai merangkai kata dan ku ketik...
Beberapa saat kemudian tulisan itu tak bertahan lama... Ku menghapusnya...
Ya aku menghapusnya...
Ku benar-benar tak tahu kata-kata seperti apa yang sebaiknya ku tulis....
Berjalan sejenak dari ruang ke ruang... Menatap kegelapan.. Tak juga ada ide yang muncul...
Takut yang mulai hadir... Ketakutan tak kan bisa menyelesaikan sebuah tulisan..
Tulisan yang akan dibaca seseorang .... Seseorang yang terkadang membuatku kagum namun juga ngeri...

Dari mana ku harus memulainya atau kata apa yang harus ku tulis untuk mengawalinya?
Fikiranku berlarian kesana kemari.. Mencoba mencari-cari kata apa yang tepat.. Namun tak juga ketemu..
Pening hadir dan ku rasa tak kan menghasilkan apa-apa jika fikiran ini ku paksa untuk mencari...
Ku pejamkan mata tak juga berhasil..
Jadi seperti apa yang harus ku lakukan? 
Memandangi benda bercahaya ini terus menerus dan semakin pening? Atau menutupnya dan mulai merenungkan?
Gelisa mulai hadir.. memandangi jam yang terus berjalan perlahan...

Aku tahu apa yang ingin ku tulis, namun aku tak mengerti bagaimana mengungkapkannya dalam benda bercahaya ini? Atau memang apa yang seharusnya ku tahu ini tak seharusnya ku tulis? Atau seperti apa?
Sungguh mengenaskan ku rasa... 

Kamis, 01 Mei 2014

Pembunuh

Malam itu semakin sunyi....
Dan hari-hari semakin menyakitkan....
Segala tamparan kata-kata terus menyambut dikala mata ini mulai terbuka dari tidur yang tak terlalu panjang.....
Sering kali hati ini kembali dan kembali merasakan luka demi luka yang terus menggores, hingga mungkin luka yang lama pun belum sempat untuk menyatu..
Tapi apa peduli mereka, ketika mereka merasa menang dan bahagia dengan segala omong kosong mereka... Mereka hanya bisa berbicara hanya karena hal-hal yang tak seharusnya mereka katakan...
Dan disini, di tempat aku terus mencoba bertahan ini hanya berharap yang terbaik saja untuk dia dan mereka...
Ketika belum merasakan bagaimana rasanya terluka dan kehilangan maka hanya ada omong kosong saja yang terus dan terus akan mereka ucapkan tiada henti...
Terserah dengan semua cerita-cerita para manusia-manusia munafik dan penipu....
Semua itu hayalah bagian dari mereka yang ingin menjatuhkan seseorang...
Dna aku tak kan pernah peduli siapa mereka.....