Ada banyak kisah yang terkadang tak selalu bisa kita tebak...
Segala skenario yang telah dirancang dengan begitu rupa olehNya tak kan ada yang bisa merubahnya...
Pagi seakan menjadi pagi terkelam dan begitu juga dengan malam...
Seakan tak ada kisah yang manis untuk bisa dikenang.....
Berbagai problema tlah menghapus ada...
Segala warna menjadi bagian dari inti garis kehidupan...
Angin berhembus menghapus peluh kekhawatiran...
Tubuh ringkih nan lemah dengan tegar terus berdiri...
Wajah pucat dan tirus menggambarkan dunia tlah berakhir...
Menjelang malam suara semakin mencekam...
Dilema tergambar dengan kuat melawan emosi...
Tangisan kecil tersamar jangkrik mungil penghias kalbu...
Aku..
Aku adalah bagian dari penggal kisah ini..
Kisah yang tak pernah kubayangkan sebelumnya..
Kisah yang melukai hati ini...
Kisah yang tak ingin ku ungkapkan..
Dan kisah ini yang berhasil merobohkan semuanya...
Bagian dari potongan-potongan memori yang menikam ....
Menjadi bagian pelengkap akan bumbu kedukaan dan kehilangan..
Tak lagi merasakan manisnya madu dalam setiap tegukan teh penyegar...
Hanya terasa hambar dan seringkali hanya ingin memuntahkan semua kepenatan ini di atas kanvas putih...
Tahukah kamu kalau kamu masuk dalam bagian ini maka dapat ku pastikan semua senyum dan pancar kebahagiaan dalam pendar matamu akan sirna..
Maka kamu jangan mendekat dan pergilah...
Atau ku saja yang pergi hanya dengan membawa tas kain kusam tak bernyawa...
Semua yang ku tulis ini bukan bagian dari kemarahanku..
Ini hanya sebagian rasa lelahku menghadapi dunia yang tak lagi seindah ketika pertama kali ku bisa merangkak diatas ubin kecoklatan....
Semua ini tak kan ada artinya bagi siapa pun yang membaca...
Dan jangan menyesalinya ketika telah habis tuntas membacanya..
Karena mungkin kau akan telah memiliki kaca mata tersendiri untuk melihat bagaimana kerikil-kerikil dibawa telapak kakimu menyapa setiap kau menginjaknya..
Begitu juga dengan tulisan ini..
Tulisan tak bernyawa...
Jika telah habis membaca coba pejamkan mata indahmu diantara puluhan orang yang sedang berjalan dan bercerita...
Merasakan kebisingan itu juga bagian dari kehidupan yang mungkin belum pernah kau perhatikan..
Berbicara dalam diam untuk mengungkapkan dan merasakan semuanya...
.jpg)
Bahkan mungkin Sang Anak Manusia pun tidak kau percaya untuk masuk ke dalam bagian terburuk itu. Memang tak setiap manusia cukup berani untuk benar-benar terbuka dan telanjang dihadapannya.. Kadang manusia bersembunyi dalam kemahatahuannya, hingga kita tak perlu bercerita, karena ia maha tahu.. Manusia memandang bagian dirinya gelap dan menjijikan, maka sulit untuk percaya ia menerimanya. Atau manusia terlalu takut kecewa, hingga sulit percaya., bahkan pada dirinya sendiri, dan lebih senang untuk meyakinkan orang lain bahwa pasti akan menyesal jika melihat dirinya seutuhnya.
BalasHapusNamun Ia menunggu dengan setia, sampai manusia cukup berani untuk membukakan pintu untuknya, mempersilahkannya masuk, dan sekali lagi menyentuh bagian pahit, bahkan menjijikan itu bersama-sama.
Dan mungkin Sang Anak Manusia pun sedikit enggan untuk ikut andil dalam bagian terburuk ini... Ada bagian dimana manusia menjadi merasa enggan berkaca ketika menyadari ada banyak bagian yang tak terlihat dan ketika sedikit tersingkap menghadirkan luka..... Dan menjadi enggan untuk membuka pintu, karena ada ketakutan yang tidak bisa dihindari..
BalasHapusEntahlah......
Let the pure love set you brave, set you free.. Brave to fall into the deepest abyss, free to celebrate misery
BalasHapusYa, mungkin nanti ada saat dimana Sang Anak Manusia berani mengambil resiko dengan membuka atau merasakan luka..
BalasHapus